Pemahaman transaksi-transaksi keuangan serta pembuatan keputusan keuangan perlu dilandasi dengan prinsip-prinsip keuangan. Prinsip-prinsip keuangan terdiri atas himpunan pendapat yang fundamental yang membentuk dasar teori keuangan dan pembuatan keputusan keuangan.

CSR (Corporate Social Responsibility) atau disebut sebagai tanggung jawab sosial, merupakan tanggung jawab sebuah organisasi perusahaan terhadap dampak dari keputusan-keputusan dan kegiatannya kepada masyarakat dan lingkungan. Tanggung jawab sosial dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis, yang sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat, mempertimbangkan harapan para pemangku kepentingan (stakehodlers), sejalan dengan hukum yang berlaku serta norma perilaku internasional.

Ketika perusahaan masih berbentuk perusahaan perorangan, masalah agency tidak mungkin timbul karena pemilik perusahaan adalah juga sebagai manajer perusahaan. Dengan demikian tidak mungkin terjadi perbedaan kepentingan antara pemilik dan manajer. Demikian juga pada perusahaan yang berbentuk persekutuan, belum ada pemisahan antara pemilik dan manajer perusahaan secara hukum. Pihak-pihak yang bersekutu untuk mendirikan perusahaan menyetorkan sejumlah dana, dan biasanya sekaligus juga menduduki fungsi sebagai salah satu manajer perusahaan.

Manajer keuangan dalam pengambilan keputusan tidaklah berdiri sendiri melainkan berinteraksi dengan lingkungan luar perusahaan. Hubungan arus kas akibat keputusan-keputusan di bidang keuangan dengan lingkungan dijelaskan sebagai berikut.